Evilution, Part 10

Kusaksikan Charles melucuti pakaiannya sembari berbaring diatas
ranjang. Kuamati celana dalamnya memperlihatkan sesuatu yang besar
didalamnya. “Apa aku yang menyebabkan itu?” tanyaku menggodanya.
“Bagaimana menurutmu?”
“Kemarilah,” perintahku. “Kurasa aku harus tahu apa sesungguhnya yang harus kupertanggung jawabkan.”

Saat dia berada disamping ranjang, kugapaikan tanganku dan kubelai
bagian depan celana dalamnya. “Astaga! Apa yang sudah kulakukan?”

Itu membuatnya tertawa. Sekarang aku merasa sangat penasaran dengan
ukuran pria ini, maka kusentakkan celana dalamnya turun dan batang
penisnya langsung saja melompat keluar. Itu sangat keras dan berdiri
mengacung tegak, tepat kearahku.

Kusentuhkan tanganku padanya, terasa sangat hangat! Dan sangat, begitu
keras! Pandanganku terpaku pada batang penisnya yang besar saat aku
mengocoknya. Aku bawa kencan kali ini lebih jauh dari yang kurencanakan
pada awalnya. Disanalah aku berada, tubuh tengkurap diatas perut,
diatas ranjang dalam sebuah kamar dilantai kesepuluh, dengan tubuh
hanya berbalut celana dalam berenda dan stocking, sambil memegangi
batang penis keras dan besar milik seorang pria yang bukan suami sahku.
Aku pikir Kevin tak perlu mendengar tentang detail ini dari ‘kencanku’
bersama klien-nya .

Kujuga meninggalkan beberapa detail, seperti kenyataan kalau kugunakan
lidahku untuk menjilat batang penis besar cantik milik Charles, dan
bahwa kubiarkan dia menyusupkan kepala penisnya memasuki mulutku, dan
bahwa aku menghisapnya.

Juga tak kuceritakan pada Kevin kalau kubiarkan Charles menyusupkan
tangannya kebalik celana dalamku… dan memainkan vaginaku. Lebih baik
kuceritakan padanya kalau hal yang seperti sama sekali tak terjadi. Aku
pasti tak menceritakan padanya kalau akhirnya kubiarkan Charles
melepaskan celana dalam yang kupakai.

Dan pengakuan dosaku yang terbesar…

Kubiarkan Charles menyetubuhiku. Jujur kukatakan hal tersebut.
Kubiarkan pria yang begitu baik ini, seorang pria ahli mencium dan
memperlakukanku dengan sangat genteleman di atas ranjang, memasukkan
batang penisnya yang besar kedalam vagina yang seharusnya hanya untuk
suami yang kunikahi saja.

Aku jadi begitu basah untuknya. Dia masuk dengan mudahnya, memasukiku
begitu dalam. Meskipun dia begitu besar, dia mengisiku dalam satu kali
hujaman saja, kurasa aku menggelinjang. Aku biasanya hanya pasif diatas
ranjang, tapi tidak untuk malam itu. Aku begitu tenggelam dalam moment
indah itu. Aku tak ingin bercinta, aku ingin bersetubuh. Aku mau
disetubuhi dan kubisikkan padanya “Puaskan aku. Setubuhi aku,” aku
melenguh. “Setubuhi vagina kekasihmu! Lakukan dengan keras!”

Dan dia mengabulkannya. Oh suamiku tercinta, aku tak menyangka jika seks terlarang akan terasa begitu nikmat!

***

Kevin tak akan tahu kenyataan sebenarnya dari kencanku dengan Charles.
Dia hanya tahu aku mendapatkan saat yang menyenangkan. Dia hanya tahu
kalau klien-nya tersebut memperlakukan isterinya dengan sanga sangat
sopan dan baik.

Aku mencintai suamiku, dan kehidupan seks kami berubah menjadi lebih
menggairahkan setelah kencanku ini. Sangat jauh lebih menggairahkan
dari yang sudah-sudah. Kurasa karena kebebasan yang kudapatkan bersama
Charles dari dua kencan tersebut.

Apakah aku akan berkencan lagi dengan Charles? Ataukah dengan pria lain? Mungkin…

Kembali, jauh dalam lubuk hatiku, aku menantinya. Aku mengharapkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: