Evilution, Part 3

“Tentu aku mau bertemu dengannya lagi, sayangku,” Amanda mengatakan
padaku dengan acuh tak acuh saat dinner mealam. “Apa ruginya? Lagipula
dia seorang klien yang penting, kan?”
“Ya memang. Tapi, aku hanya
merasa kalau dia menginginkanmu agar mau diajak kekamar hotelnya kali
ini. Bukankah kamu membuatnya merasa kalau kamu akan bersedia jika ada
kesempatan lain?”
“Sayang, itu hanya taktik wanita saja. Semua pria suka disanjung dan
digoda. Kamu juga kan? Aku sering melihatmu dipesta saat ada seorang
wanita yang memujimu. Ingat Bertha yang mengundangmu untuk menggantikan
tempat Roger suaminya, setiap saat suaminya sedang pergi keluar kota?”
“Dia hanya bercanda dan kamu tahu itu.”
“Begitu juga aku sayang. Itu poin yang kumaksud.”

Akhirnya kuhubungi Charles dan mengatakan padanya kalau Amanda bisa
menemuinya hari Sabtu nanti. Dia sangat senang sekali. Dan Amanda, yang
membuatku terkejut, terlihat bahagia karena akan berkencan dengannya
lagi.

***

“Apa dia seorang yang suka merayu?” tanyaku saat dia sedang berdandan malam itu.
“Semua pria begitu kan?” jawabnya, mencoba memilih gaun yang akan dipakainya.

Punggungnya menghadap kearahku. Dia berdiri disana dengan hanya memakai
bra dan celana dalam. Sepasang pakaian dalam yang sexy, berenda dan
hampir transparan. Sebuah lingerie yang aku hampir lupa kalau dia
memilikinya.

Biasanya, Amanda memakai pantyhose diatas celana dalamnya. Kali ini
tidak. Kali ini dia memakai sepasang stocking hitam setinggi paha. Aku
akan mulai berkomentar, tapi kupikir dia hanya akan menganggapku merasa
cemburu saja. Sekali lagi dia terlihat sangat menawan untuk kencannya
dengan pria yang baru saja dia kenal. Gaunnya melekat erat ditiap lekuk
tubuh sexy-nya dan belahan dadanya agak sedikit rendah, mempertontonkan
sedikit belahan buah dadanya. Menggiurkan dan sexy.

“Jaga dirimu,” pesanku, memberinya sebuah kecupan saat dia mengamati
dandanannya, sepatu bertumit tinggi dan sebagainya, pada sebuah cermin
dilorong.
“Berhentilah mengkhawatirkanku, sayang. Aku akan baik-baik saja,” dia
meyakinkanku, memberiku pelukan ringan yang menempelkan payudara
kencangnya pada tubuhku.

Jika Charles menyambutnya dengan sebuah pelukan, dia juga akan
merasakan payudara sexy Amanda. Kuterus memikirkan hal itu sepanjang
waktu saat isteriku pergi malam itu. Aku juga membayangkan paha
jenjangnya dan stocking hitamnya dan pakaian dalam indah dan sexy yang
dia pakai. Sebuah paket yang sangat menggoda, dan itulah yang
mencemaskan perasaanku.

Tapi kemudian aku juga mengingatkan diriku sendiri tentang seks yang
hebat yang kualami bersama Amanda setelah malam pertama kencannya
dengan Charles. Aku berharap kejadian itu berulang kembali, itulah
mungkin sebabnya aku tak begitu meributkan tentang apa yang dipakai
Amanda untuk kencannya dan kenapa aku mengijinkannya pertama kali. Ya,
kenyataannya memang begitu. Sex dengan Amanda begitu mempesona, dan itu
bahkan lebih panas dari sebelum-sebelumnya.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: