Evilution, Part 4

Aku jatuh tertidur didepan televisi diruang keluarga dan tak mendengar
suara mobilnya diparkirkan. Tapi telingaku mulai mendengar saat suara
tumit sepatunya melangkah melewati lantai kayu dalam ruang keluarga
ini. Kutolehkan kepala kearahnya, Tu**n, dia terlihat sangat sexy!
Gaunnya terlihat lebih pendek dari yang kuingat. Pinggulnya seakan
menari saat dia berjalan. Dia terlihat lebih muda saat ini. Terlihat
begitu hidup. Payudaranya terayun seiring tiap langkahnya.

“Jam berapa sekarang?” tanyaku padanya, aku duduk diatas sofa.
“Kurasa, Setengah dua.”
“Aku pasti tertidur menunggumu.”
“Sorry, sayang. Mestinya aku pulang lebih awal.”
“Ya, mungkin.”

Amanda duduk disampingku. “Setelah nonton dan dinner, Charles mengajak untuk mencoba beberapa club & bar.”
“Bagaimana caramu berkilah saat dia mengajakmu kembali kehotelnya? Dia
mengajakmu, kan?” Akupun akan berlaku sama, Amanda terlihat begitu
menggiurkan untuk disantap.
Dia letakkan tangannya dipahaku dan meremasnya pelan. “Wah, dia sangat
gigih, sayang, dan akhirnya aku tak bisa mengelak lagi, aku mau
diajaknya pergi ke kamarnya.”

Kupandangi isteriku dengan perasaan yang bercampur baur.

“Sayang, ini bukan seperti kedengarannya. Sama sekali tak terjadi apapun.”
“Sama sekali…”
Amanda tersenyum dan membelai pahaku. “Sayang, jika aku ingin menyetubuhinya, akan kulakukan saat itu.”

Sudah lama Amanda tak mengucapkan kata persetubuhan, itu mengejutkanku pertama kalinya.

“Dia menginginkannya. Itu mungkin tak mengejutkanmu, bukan? “
Kugelengkan kepala.
“Kukatakan padanya jangan bertanya tentang sex. Kukatakan padanya kalau aku sudah menikah.”
“Sungguh?”

Amanda memberiku sebuah senyuman iblis kecilnya.

“Apa dia mencoba yang lain? Apa dia mencoba menciummu?”
Kembali Amanda tersenyum. “Memang.” Lalu setelah jeda yang panjang, menambahkan “Dan kubiarkan dia.”
“Kamu biarkan dia menciummu?”
“Ya, sayang. Kupikir setelah dia tak mendapatkan sex yang dia mau,
setidaknya yang bisa kulakukan adalah memberinya sebuah ciuman.”

Kupandangi dia dengan takjub, dan dia membungkuk kearahku, daging
payudaranya menekan tubuhku, dan lalu dia berkata “Itu hanya sebuah
ciuman sayang, seperti ini.”
Bibirnya begitu hangat dan sensual… dan sedikit terbuka. Bibir kami
saling melumat dan dengan cepat lidahnya mulai mencari jalan masuk
kedalam mulutku. Ciuman lembut dan erotis berubah menjadi ciuman yang
penuh gairah yang mengirim gelombang darah ke sepanjang batang penisku.
Aroma Amanda begitu nikmat dan tubuhnya sangat sexy dan mengundang.

“Wow! Seperti ini?” kucoba bertanya setelah kami hentikan ciumannya.
Amanda tertawa manja. “Kurang lebih.”
“Apa dia mencoba menyentuhmu?”
“Hanya dadaku.” tawa manja lebih banyak dia perdengarkan.

“Apa reaksimu?”
“Sayang, hanya dadaku saja. Tangannya tidak berada dalam celana dalamku…atau yang lainnya.”
“Jadi kamu biarkan dia… menyentuh payudaramu?”
“Sayang, aku masih memakai gaunku.”

Kuangkat tanganku dan membelai payudara isteriku. ‘Hmm, seperti yang kukira.”
“Apa?”
“Gaun ini… sangat tipis… bisa kurasakan putingmu tepat dibaliknya.”
Amanda tertawa. “Dan kamu pikir Charles bisa merasakannya juga?”
“Aku yakin itu. Bukankah dia merasa terangsang?”
“Kenyataannya, begitu.”
“Bagaimana kamu tahu? Apakah terlihat?”
“Aku mengetahuinya saat kulakukan ini… ” Amanda kemudian meluncurkan
tangannya hingga pangkal pahaku dan mulai meremas ereksiku.

“Kamu meremas PENISNYA!”

“Sayang, aku hanya menggodamu. Tentu saja tidak. Kamu suamiku.
Satu-satunya pria untukku!” tubuhnya turun keatas lantai dan menurunkan
resleitingku. Astaga! Sudah sangat lama sekali dia tak bersikap seperti
ini… begitu agresif dan terang-terangan. Amanda menjilat dan menghisap
penisku hingga kuberada dibatas orgasme dalam mulutnya.
“Ayo ke kamar, sayang,” saranku, dan isteriku langsung menyambutnya.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: