Evilution, Part 5

Keesokan harinya dikantor, aku dihubungi Charles. “Hey bung, kamu tidak bilang kalau Amanda sudah menikah.”
“Aku pikir itu tak jadi masalah, Sorry.”
“Oh, tak usah minta maaf. Menikah atau tidak, dia benar-benar wanita yang sangat hot.”

Kata-kata Charles mengguncangkanku. Itu tak sama dengan versi Amanda
malam itu. Aku tak ingin terdengar curiga, tapi aku harus bertanya
“Jadi kalian berdua bersenang-senang tadi malam?”

“Oh, bung, sangat! Kami jadi pusat perhatian kemanapun kami pergi. Para
pria meminta ijinku untuk bisa berdansa dengannya, kutolak mereka, tapi
dia bilang aku egois dan mau menang sendiri. Jadi begitulah, dia pergi
ke lantai dansa dan mulai menari dengan dua atau tiga pria berbeda. Aku
tak begitu pintar dansa, jadi dia menikmati tariannya dengan para pria
itu. Dia sungguh menikmati gerakan tubuhnya.”

Kudengar ceritanya berulang-ulang tentang bagaimana Amanda jadi
bergairah karena dansanya dan minumannya. “Setiap kali dia kembali ke
meja, dia jadi lebih bergairah… dia remas pahaku… terus meraba pahaku…
membuatku sangat keras!”

“Benarkah?” jawabku, mencoba menahan rasa marahku.
“Oh, iya. Dan kali ini, saat kuajak dia kembali kekamar hotelku, dia langsung menerimanya.”
“Wah, aku senang anda mendapatkan malam yang hebat Charles.”
“Sesungguhnya terhebat dalam hidupku, Kev. Ngomong-ngomong, kamu kenal Amanda kan? Apa kamu pernah mengencaninya?”

Tentu saja aku bohong.

“Ah, sayang sekali. Wanita ini sungguh istimewa!”

Aku ingin lebih menanyainya, tapi itu akan terlihat janggal. Aku coba
untuk memancingnya, agar dia menceritakan segalanya, tapi tentu saja
dia tak akan mengatakan detail sesungguhnya dari apa yang terjadi di
dalam kamar hotelnya.

Apakah Amanda hebat? Aku ingin bertanya. Apakah dia pasangan sex yang
hebat? Tapi kata-kata Amanda terus mengiang ditelingaku. Aku bersikap
terlalu berlebihan. Dia hanya bersikap menggoda, sedikit berlebihan.
Tapi hanya itu saja. Charles hanya merasa sangat gembira karena sudah
berkencan dengan isteriku yang sexy. Dan, menimbang betapa hebat
kehidupan sex kami semenjak isteriku melakukan dua kencan tersebut, aku
yakin, merasa bersukur telah mengijinkannya pergi.

*****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: